CINTA BERTEMU DI KA’BAH : Ketika Allah Meridhoi-Nya (Eps 1) adalah kisah tentang doa, kesabaran, dan keyakinan seorang wanita dalam menanti jodoh terbaik dari Allah melalui sholat malam dan harapan yang tak pernah padam.

Sumber Gambar : ChatGPT
Novel ini merupakan karya fiksi. Semua tokoh, peristiwa, tempat, dan alur cerita di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Jika terdapat kesamaan nama, karakter, atau kejadian dengan kehidupan nyata, hal tersebut semata-mata merupakan kebetulan dan tidak disengaja.
CINTA BERTEMU DI KA’BAH : Ketika Allah Meridhoi-Nya (Eps 1)
SHOLAT MALAM
“Ya Allah….. ya Tuhanku, jangan biarkan hamba sendirian hamba sudah tidak muda lagi, usia hamba 29 tahun, hamba malu ya Allah pada teman – teman hamba, Ya Allah Berikanlah hamba Jodoh Laki – Laki Yang Sholih… , yang mengerti dan menerima apa adanya, Aamiin”.
Seusai Berdoa di Sepertiga Malam, aku berharap kepada Allah Rob Semesta Alam mengabulkan permintaanku ini, umur sudah dua puluh sembilan tahun lebih tak kunjung mendapatkan jodoh. hanya bisa menangis di dalam ruang kesunyian, sampai – sampai ketiduran di dalam sajadah.
tepat jam 04.02 pagi aku terbangun untuk melaksanakan sholat subuh, setelah beberapa menit aku melaksanakan sholat, segera aku mengambil quran untuk bertadarus. selesai tadarus, aku tak sadar tertidur kembali di sajadahku.
Kesiangan – 08.00 WIB
“Aliqo….. bangun nak……, sudah siang niiih… kamu nggak berangkat kerja ?”
suara mamah yang lantang dari kejauhan.
“Astaghfirullah…. iya maah…… “
Aku segera bangun dari tempat tidur, bergegas aku menengok ke arah jam dinding
“Astaghfirullah….. ya Allah….. ternyata sudah jam delapan pagi……….”
aku beranjak dari tempat tidur lalu berlari menuju kamar mandi
“ya allah…. aku harus gimana iniiiii……., aku pasti di marahin lagi niiiih sama bos yang super cerewet itu….” ucapnya dalam hati.
Setibanya Di Kantor
“Aliqooo…. Aliqooo… kamu telat lagi……. ” ucap rekan kerjaku yang bernama Fatimah.
“ma.. maaf….., baru hari ini kok… hehehehehe” sahut aku sembari menahan rasa malu
“Apa ?…., kamu itu sudah terlambat seperti ini hampir dua minggu…., terus yang paling parah ini…., jam 09.20 pagi baru sampai……., kasihan karyawan yang lainya oooh… yang datangnya disiplin…. untung bos nggak tau, kalau tau kamu bisa di marahin…….Aliqooo…”
“ii iyaa… iya maaf, saya janji deh tak bakal ngulangin lagi….” ucapku
“maaf lagii…. maaf lagiii…. selalu saja begitu….., nanti di ulangi lagi…. haduh. ampun ah…… pasti kamu semalam habis sholat malam dan berdoa meminta jodoh terus – menerus semalaman suntuk hingga kurang tidur nih ?” sindir Fatimah.
“iii… iiyaaa…. Fatimah… hehehehe……” ujarku
“hmmmm……. sholat malam dan berdoa di sepertiga malam itu baik liqoo, tapi ada batasnya…. jangan berlebihan…. toh nanti doamu akan di kabulkan kok, di sepertiga malam kan cepet banget doanya di kabulkan” ucap Fatimah sembari menasihati Aliqo.
“eee.. iyaa Fatimah….. ” ujarku
“siiip… nih… selesaikan kerjaanmu yang masih berantakan… ” ucap Fatimah sembari mengambil segenggam lembar kertas.
“Okeeeh”
4 Bulan Kemudian – Bermimpi
“saya nikahkan engkau saudara Dzaki Nur Fajri bin Husein Nur Bahri dengan anak saya yang bernama Aliqo Nur Muslimah binti Mierza Subandi….. dengan mas kawin berupa emas seberat 10 kg,seperangkat alat sholat dan 100 juta rupiah di bayar tunai” ucap ayahku dengan memegang tangan dari sang pengantin pria
“”Saya terima nikahnya dan kawinnya Aliqo Nur Muslimah binti Mierza Subandi dengan mas kawinnya yang tersebut, di bayar tunai.” ucap lelaki yang menikahiku
“gimana… para saksi ?, sah…. ” ucap penghulu dengan melirik ke para saksi sebagai tanda isyarat.
lalu di jawab oleh para saksi “sah…..”
aku sangar bahagia, setelah sekian lama sendiri akhirnya punya pendamping. rasa gembiraku tak tertahankan lagi… bagaikan bunga yang mekar di musim semi…..
“aaaaaaaaaaaaa……. aku menikah…….” ucapku dalam hati
Hanya Mimpi
“Aliqo… bangun nak….., ey bangun nak….” mamah membangunkanku
“eh mamah… suamiku mana mah….. ” ucapku yang tak sadar itu hanyalah sebuah mimpi
“haaaah… apaa… suamimu ?…..” ucap Mamah keheranan
“iyaa.. suamiku… barusan aliqo menikah…” ucapnya sembari wajahnya memalingkan ke kanan dan kekiri.
“hahahahaha… kamu ngigau yah.. hadeh aliqo.. aliqo…” ucap mamah sembari tertawa dan tersenyum tipis
“eh… aliqo mimpi yah maah ….. ” ucapku keheranan
“iya aliqo sayang… dari tadi mamah denger suara kamu… ngigau memanggil manggil suamiku…. mas Dzaki… aku mencintaimu” ucap mamah sambil memperagakan nada bicaraku.
Bersabar Menungu Jodohnya
seketika aku terdiam dan menahan malu
“hmmm….. aliqo… mamah tau… usiamu sudah 29 tahun…, harusnya kamu sudah menikah….., entah kenapa mamah ngejodoh – jodohin dengan anak laki laki dari teman mamah, pada nggak mau semua, padahal kamu tuh kata orang – orang cantik, sholiha, dan imut…, aneh… mamah jadi curiga… Allah masih menyimpan jodohmu, dan kelak Allah akan memberikan jodoh yang di simpan-Nya ke kamu…..” ucap Mamah sembari menenangkan diriku.
“iya… mah… mungkin yah… mah…..” ucapku yang tak sadar mengeluarkan air mata
“iyaa… kamu yang sabar yah sayang…., mamah sayang kamu…. i love you” ucap mamah sembari memeluku untuk menenangkanku.
“iyaa maah… aliqo sangat sayang mamah…. i love you to mom” ucapku yang masih mengeluarkan air mata.
Bersambung………
Penulis : Reynaldo Edwin Pratama
Baca Juga : DI TANAH PERANCIS AKU BERJANJI ( Eps – 1 )
Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung romantis. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.
bagaimana cerita bersambung CINTA BERTEMU DI KA’BAH : Ketika Allah Meridhoi-Nya (Eps 1) pastinya seru kan ?…. yuk baca episode – episode yang lain dan menarik di Cerbung ini, hanya di RE STUDIO WRITER
