DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 2 )

DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 2 )


DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA adalah kisah reflektif tentang kelelahan hidup, dialog batin, dan kebangkitan diri dari keterpurukan. yuk baca kembali cerita ini di eps 2 nya dengan judul bab nya Kembali Bekerja

DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 2 )

Sumber Gambar : ChatGPT

Novel ini merupakan karya fiksi. Semua tokoh, peristiwa, tempat, dan alur cerita di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Jika terdapat kesamaan nama, karakter, atau kejadian dengan kehidupan nyata, hal tersebut semata-mata merupakan kebetulan dan tidak disengaja.


“DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA” : Kehidupan Seorang Karyawan dan Teguran di Pagi Hari

Keesokan harinya…..

“Wiga…… !!!!, bangun sudah jam setengah delapan tuuh !!”

ibu membangunkanku dari kejauhan dengan suara yang keras, seperti biasa ibu selalu membangunkanku untuk berangkat kerja,

“iyaa buu…. Wiga sudah bangun, ini juga sudah mandi, lagi siap – siap niiih !?!?” ucapku, “oh ok, ini ibu sudah masak, sana makan duluu”

ibu bergegas meninggalkan pintu kamarku,

“okay ibuku yang cerewet” ucapku dengan meledeknya,

selesai makan aku pun berpamitan ke ibu segera aku berangkat dengan mengendarai sepeda motor, aku mengendarai dengan cepat tak butuh setengah jam aku tiba di kantorku, tak ada hujan tak ada badai, tiba – tiba bos berdiri tepat dihadapanku,

Baca Cerita Sebelumya : Di Bawah Naungan Awan Yang Menyapa ( Eps 1 )


Teguran Pak Bos di Gerbang Kantor

“selamat pagi pak ?”

dengan memberikan senyuman berharap tak kena marah,

dengan raut muka yang tak bersahabat, bos besar itu terdiam membisu dengan menahan amarahnya,

“maaf, tumben pak bos di sini” celetukku dengan melemparkan senyuman terbaiku,

“yaa… saya di sini ( di depan gerbang ) sedang memantau para karyawanku yang sering telat” ucapnya dengan sorot mata yang tajam sembari matanya melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat karyawan bandel yang akan tiba di kantornya,

dengan menelan ludah aku langsung bergegas menuju ruanganku,

“Wiga !!” baru berjalan beberapa Langkah, terdengar dari kejauhan suara lantang khas nya pak bos tua bangka itu,

segera aku menemui pak bos,

“iya pak bos maaf ada apa ?”

dengan sedikit gemetaran aku memberanikan diri melihat wajahnya yang seram,

“heii… ini sudah jam berapa ?” tanya pak bos,

“maaf pak, mmm…. ini jam delapan lebih sepuluh menit… hehehehe” ucapku dengan melihat jam tangan,

“kau terlambat !!!!, kenapa bisa kau terlambat !!!” ucapnya,

“maaf…. tadi macet pak” ucapku dengan mencari – cari alasan,

“kalau kamu terlambat lagi, aku akan SP kamu yang kedua kalinya !!” ucap pak bos dengan nada mengancam,

“Siap pak !!!, aku tidak akan mengulanginya lagi, permisi pak bos” akupun bergegas melangkahkan kakiku ke ruangan dimana aku bekerja.


Percakapan dengan Rekan Kerja

Setibanya di ruang kerja…..

“kamu kenapa ?” ucap susanti rekan kerjaku yang duduk di sebelahku,

“aku kena marah sama pak bos tii..” dengan wajah lesu dan tertunduk,

susanti membalas ucapanku

“kenapa sampai kamu di marahi pak bos ?, kamu telat lagi yaaa ?” ucap susanti dengan terheran – heran dan di barengi senyuman,

“iyaaa, kenapa kamu senyum – senyum begitu !!, kamu senang yah !!?? aku di marahin oleh si bos besar Tua Bangka itu !?”

dengan raut muka yang sedikit kesal ke susanti, susanti hanya tersenyum ke arahku, dengan raut muka seperti itu, semakin kesal di buatnya,

“kenapa kamu terus senyum senyum begitu sih !!!, Susanti !!!”

susanti berkata “hehehehe…. Habisnya kalau kamu lagi kesal…. Jadi lucu”


Kejadian Tak Terduga di Ruang Kerja

susanti mendekat ke arahku, semakin mendekat semakin canggung hingga wajahku dan wajah susanti hanya berjarak beberapa centimeter,

“tiiii, heee… tiii… kamu kenapa ?” ucapku,

“mas… !!! cium susanti” ucapnya menyuruhku,

dengan grogi akupun menyiumnya tanpa menengok ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu, setelah hampir mengenai bibirnya, tiba – tiba terdengar suara

“plak”

dua tangan datang dari arah yang tak di duga – duga, tangan tersebut menghampiri dan menutupi bibirku dan bibir susanti,


Teguran Bu Rina dan Renungan Diri

“heeeh… dasar anak muda !!!!, nggak tau dosa !!!!…. “,

“eh bu rina…. , ko bisa ada di sini hehehehehe?” ucapku,

“wong dari tadi saya di sana !!!, memperhatikan kalian berdua !!!!” ucap bu rina yang sudah emosi melihat kita berdua,

“bu rina memperhatikan kalian berdua !!, awalnya serius mengobrol eh semakin ke sini semakin aneh !!!, kenapa kamu main nyosor begitu !!!” bu rina menegur dan memarahiku,

“eh nggak sengaja bu !?!?!?, tadi saya nggak sengaja jatuh persis di hadapanya susanti ” sambil mencari alasan yang masuk akal,

“nggak sengaja !!!, ibu lihat tau !!!, kamu dengan sengajanya hampir menyium susanti !!!, itu perbuatan dosa tau !!!”,

“kamu lagi !!, susanti !!, kamu tuh perempuan !!!, jaga harga diri !!!, kamu yang mulai duluan !!!, jadi perempuan kok murah sekali !!!, nggak ada harga dirinya sama sekali !!!” ucap bu rina,

dengan wajah tertunduk lesu akhirnya aku meminta maaf

“ iya… Wiga meminta maaf, atas kesalahan wiga”,

“minta maaflah kepada yang menciptakan alam dan seiisinya, jangan ke ibu” ujarnya,

“baik bu” ucap wiga sembari tertunduk lesu,

“huufht, maafkan aku ya tuhan, menyesal, aku benar – benar sangat menyesal” ujarnya di dalam hati.

Baca Kelanjutan Cerita Dari : Dibawah Naungan Awan Yang Menyapa ( Eps – 3 )


Bersambung……….

Penulis : Reynaldo Edwin Pratama


Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung motivasi romantis. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.


bagaimana cerita bersambung Di Bawah Naungan Awan Yang Menyapa Eps – 2 pastinya seru kan ?…. yuk baca episode – episode yang lain dan menarik di Cerbung ini, hanya di RE STUDIO WRITER


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment