Bangku Setan di Jembatan Keramat ( Eps 3 ) adalah sebuah cerita berambung misteri horor yang bermula dari dua orang Ghost Hunter sedang berburu Setan untuk kepentingan live mereka di channel media sosial mereka.

Sumber Gambar : ChatGPT
Desclaimer
cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.
Pertempuran Antar Negeri Jin
Mangunsuo, yang tiba di lokasi kerajaan Jin bernama Wayanika, dimana Tono dan Nandi di sesatkan, langsung menghajar prajurit yang sedang berjaga di gerbang kota.
“Syaaat”
Seketika 5 pasukan penjaga tewas terbakar.
“Hufthhh….”
Namun, dari kejauhan ada satu jin yang melihat kedatangan Mangunsuo beserta para prajuritnya, jin tersebut segera berlari menemui Raja Jayanida,
“kita Di serang !!!!!” ucapnya ke kedua pasukan penjaga istana,
“APA !!!!”
para penjaga tak percaya dengan perkataan Jin tersebut.
“JANGAN BOHONG !!!!” ucap salah satu penjaga istana.
“Saya tidak bohong !!!!, saya telah melihat dari kedua mata saya sendiri !!!!, seluruh penjaga gerbang kota sudah terbunuh !!!” ucapnya.
akhirnya para penjaga istana percaya, dari salah satu mereka melaporkan kejadian ini ke Paduka Raja,
“Apa !!!!…, berani – beraninya mereka masuk ke Kerajaan saya tanpa permisi !!!!!” ucap Raja penguasa negeri Wayanika dengan raut wajah marah.
“Jendral !!!….. kita kerahkan 10.000 pasukan terbaik di seluruh wilayah negeri Wayanika !!!!” perintah sang raja.
“Siap laksanakan yang mulia !!!!” ucap Jendral.
10 Menit Kemudian
“Izin melaporkan Tuan.., 10.000 pasukan terbaik yang Tuan katakan sudah siap bertempur !!!!” ucap Jendral Nimajaya.
“ya.. sekarang kita berangkat ke Gerbang Kota !!” ucapnya.
5 Menit yang lalu – Gerbang Kota
“Wahai Raja yang tak di undang kedatangannya !!!!, kenapa kalian datang tidak sopan seperti ini !!!!” ucap Raja Wayanika.
“hmmm…. sebelumnya perkenalkan, saya Raja Mangunsuo dari Negeri Wiyakunato dan ini Ki Agus Mideo beserta para pasukanku” ucap Raja Mangunsuo.
“Hah… saya tidak kenal dengan kalian !!!!, kalian sudah melanggar etika kerajaan kami !!!!, kalian harus mati !!!!” ucapnya dengan nada benar – benar marah.
“Justru saya yang akan membunuh kalian !!!, yang sudah menyesatkan warga di sini !!!!” ucap Raja Mangunsuo.
“Anj*** kau !!!, berani – beraninya kamu mau melawan saya !!!!”
Raja Wiyanika menantang raja dari negeri Wiyakunato.
“apa boleh buat !!!” ucap Raja Mangunsuo menantang balik.
“Serang !!!”
tak pakai lama, seluruh pasukan negeri Wayanika langsung menyerbu para pasukan Mangunsuo,
“Tempur !!!!”
Raja Mangunsuo memberikan aba – aba bertempur ke seluruh prajuritnya.
tak butuh waktu lama, kedua kelompok kerajaan ini akhirnya bertempur.
pertempuran demi pertempuran ia lakukan, banyak korban dari kedua belah pihak bergelimpangan.
Pertarungan Antar Raja Jin
“Hai Mangunsuo !!!”
“ya”
“kamu sebenarnya berasal dari negeri mana !!!!” ucap Raja Jayanida.
“sudah saya katakan !!!, saya berasal dari negeri Wiyakunato !!!” ucap sang raja Mangunsuo.
“Hah…, Wiyakunato ?.., saya baru dengar ada kerajaan itu !!! hahahaha” ucapnya dengan tertawa terbahak – bahak.
“anda benar – benar tidak tahu !!!, atau anda ketinggalan informasi !!!!” ucap Mangunsuo sembari tersenyum sinis.
“Kurang Ajar !!!!.., saya tidak tahu !!!.., kerajaan seperti itu !!!…., kerajaan kecil mungkin yang baru berdiri kemarin !!!.., hahahahahaha” ucapnya tertawa renyah.
mendengar hal tersebut. Raja Mangunsuo tersenyum tipis.
“Tring”
dengan cepat Raja Mangunsuo menyerang dengan menggunakan pedang,
namun reflek dari Raja Jayanida sangat bagus, ia bisa menepis serangan musuhnya dengan sangat cepat.
“hmmm…., dia memang sangat cepat !!!, saya tidak bisa melihat keberadaanya, untung saya mempunyai reflek yang bagus…, kalau tidak !!!.., saya bisa terbunuh konyol” ucapnya di dalam hati.
lalu Mangunsuo langsung menghilang seketika, dan muncul tepat di belakang Jayanida.
“Tring”
Raja Mangunsuo menyerang dengan pedangnya ke arah punggung Raja Jayanida, namun sekali lagi berhasil di tepis oleh Raja Jayanida.
kemudian Raja Mangunsuo menyerang dari sisi kiri dan kanan, namun lagi – lagi karena reflek Raja Jayanida yang bagus, akhirnya bisa di tepis kembali.
tak pantang menyerah, Raja Mangunsuo menyerang ke berbagai sisi, di mulai dari bawah, atas, kiri, kanan, depan, belakang dan lain – lain, tetap bisa tertepis.
“hmm…. refleknya sangat bagus !!!” ucapnya dengan senyuman sinisnya.
sekarang giliran Raja Jayanida menyerang Raja Mangunsuo,
ia menjulurkan tangannya seperti karet ke arah Raja Mangunsuo,
“Rasakan ini !!!!” ucapnya,
namun, serangannya juga berhasil di hindari oleh Raja Mangunsuo,
pertarungan sengit antara kedua raja ini tak terelakan,
masing – masing memiliki kekuatan andalannya,
serangan demi serangan mereka lontarkan,
“Api Iblis… !!, Keluarlah !!!” ucap Raja Mangunsuo,
seketika Api berbentuk kepala bertanduk keluar dan langsung menyerang Raja Jayanida,
kali ini, serangan dari Mangunsuo berhasil mengenai dadanya, al hasil dadanya terbakar, dan Raja Jayanida kesakitan.
“Argghhhh…. Sial !!!!, aku kena !!!” ucapnya,
“Siyat !!!”
ia mengeluarkan kekuataan cahaya berbentuk jarum, dengan cepat kekuatannya mengenai Raja Mangunsuo tepat di lengan kanannya.
“Arghhhh… apa itu !!… serangannya cepat sekali !!!” ucap Raja Mangunsuo sembari menengok ke lengan kanannya,
“Bajingan !!!!!!!”
“akan kumusnahkan kau !!!!”
Raja Mangunsuo marah besar, ia mengumpulkan kekuatannya dan berubah wujud menjadi manusia setengah harimau,
“sriiiiit….. sriiit…”
ia menyerang dengan kecepatan yang tak pernah terlihat oleh kasat mata,
“syaaakk… syaakkk…”
ia mulai menyakar wajah Raja Jayanida.
dan ia berhasil menyerang dengan keadaan wajah Raja Jayanida tersayat dan mengeluarkan banyak darah.
“Anjing !!!!…. tak akan kubiarkan kalah darinya !!!!”
lantas Raja Jayanida berubah wujud menjadi serigala bersayap,
Pertempuran dengan 2 kekuatan dahsyat pun terjadi,
dua – duanya ternyata memiliki kekuatan siluman di atas rata – rata bangsa jin.
“Hiyaaaaaatttt…”
keduanya saling menabrakan genggaman tangan mereka, sehingga terjadilah ledakan dahsyat di dunia jin, bahkan terdengar oleh para penduduk manusia setempat,
“Suara apa itu !!!!”
“hei suara apaa !!!!” “
“kamu dengar tidak suara apa !!!!”
“Apakah itu bom !!”
ucap para penduduk manusia setempat yang mendengar suara ledakan,
“Dua Petir Lingkaran Besar !!!” ucap Raja Mangunsuo sembari mengarahkan satu tangannya ke arah Raja Jayanida,
tak butuh lama, keluarlah kekuatan tersebut, dan langsung mengarah ke musuhnya,
“Api Harimau Ular !!”
keluarlah kekuatan tersebut setelah Raja Jayanida mengucap kekuatan itu,
dengan cepat kekuatan Api Harimau Ular langsung berbenturan dengan Dua Petir Lingkaran Besar, sehingga terjadi lagi, ledakan dahsyat sebelumnya,
“Sial !!, dia terlalu kuat !!” ucap Raja Jayanida.
“Brengsek !!!!…., kuat sekali !!!!…., ada berapa kekuatan sih dia !!!” ucap Raja Mangunsuo.
masing – masing raja, mencari celah untuk mengalahkannya,
Menelusuri Hutan.
Sementara Itu, Tono dan Nandi menelusuri jalan setapak yang ternyata ke arah Hutan.
“Gimana nih ton !!…, kok kita malah di arahkan ke Hutan !!!!!” ucap Nindi yang penuh teka – teki.
“tidak apa – apa Nan !!!, kita ikuti saya jalan setapak ini, sesuai instruksi Ki Agus Mideo !!!!” ucap Tono,
“hmmm….. ya sudah deh…, kita lanjut jalan” ucap Nandi.
setelah berbincang – bincang cukup lama, akhirnya keduanya memutuskan untuk menulusuri jalan hutan itu.
Bersambung…
Penulis : Reynaldo Edwin Pratama
Baca Juga : Bangku Setan di Jembatan Keramat ( Eps 1 )
Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung horor. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.
bagaimana cerita bersambung Horor Bangku Setan di Jembatan Keramat ( Eps 3 ) pastinya seru kan ?…. yuk baca episode – episode yang lain dan menarik di Cerbung ini, hanya di RE STUDIO WRITER
