2 Menara di Bumi Melayu : Ketika 2 Teman di persatukan kembali

2 Menara di Bumi Melayu : Ketika 2 Teman di persatukan kembali merupakan sebuah cerita fiktif sejarah, mengenai 2 orang berbeda negara,

satu dari indonesia yang bernama Hanif Arif Alamsyah biasa di panggil Hanif, dan satunya dari Malaysia bernama Aiman Hafidz Ibrahim biasa di kenal Aiman,

mereka teman karib saat masih menimba ilmu di Malaysia. Tepatnya, di International Islamic Shool Kuala Lumpur, yang terletak di wilayah Gombak – Kuala Lumpur,

namun, karena mengejar cita – citanya dan ada perbedaan pendapat, akhirnya mereka terpisah, mementingkan egonya masing – masing,

tapi hal ini membuatnya mereka berdua membutuhkan satu sama lain, karena keduanya sedang di landa masalah yang besar,

perusahaan yang mereka dirikan terancam bangkrut, dan sudah hilang kepercayaan dari masyarakat.

bagaimana cara mereka membangun kembali “kerajaan bisnis”nya dan membangun kembali kepercayaan masyarakat. yuk baca terus cerita ini.

2 Menara di Bumi Melayu : Ketika 2 Teman di persatukan kembali

Sumber Gambar : ChatGPT

Desclaimer

cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.


10 Desember 2017


Gombak – Malaysia

International Islamic School Kuala Lumpur

“Hey…. Aiman !!!..,”

Hanif memanggil Aiman dari kejauhan.

“Yaaa bentar……. ”

Aiman berjalan menuju Hanif,

“ada apa nif…” ucap Aiman yang penasaran, karena dirinya di panggil.

“tuh di panggil ustadz Latief” ucap Hanif,

“mau apa” tanya si Aiman.

“itu…,kamu di suruh bantu bersih – bersih masjid” ucap Hanif,

“Loh kok aku !!!” ucap Aiman yag keheranan.

“sudah sana…, kita kekurangan petugas !!!” ucap Hanif.

“ya sudah…, aku langsung ke sana !!!” ucap Aiman dengan muka kesalnya.

Aiman langsung ke Masjid untuk menemui Ustadz Latief,

Mengepel Lantai di Masjid Baiturrahman

“Assalamualaikum Ustadz” ucap Aiman memberikan salam ke Ustadz Latief,

“Waalaikumsalam Aiman” ucap Ustadz Latief,

“Afwan Ustadz…, apakah Ustadz memanggil Aiman ?” tanya Aiman.

“ya saya memanggil kamu untuk membantu membersihkan lantai masjid ini…, apakah kamu bersedia ?” ucap Ustadz Latief

Aiman langsung kesal karena di suruh ikut bersih – bersih.

Ustadz Latief yang tak enak diri melihat Aiman dengan muka kesal, Ustadz Latief akhirnya membuat pilihan ke muridnya tersebut.

“Ya sudah…., kalau Aiman tidak mau membantu juga tidak apa – apa…, karena untuk membantu bersih – bersih masjid di butuhkan keikhlasan” ucap Ustadz Latief sembari tersenyum.

“mmmmm… ya sudah deh ustadz…., Aiman mau kok mengepel lantai masjid” ucap Aiman.

“bener niih ?” ucap Ustadz Latief.

“iya bener Ustadz, aiman tidak berbohong”

ok…, tapi harus Ikhlas…. masa bersih – bersih untuk rumah Allah, tidak ikhlas..” ucap sang guru.

“iya Ustadz.., Aiman ikhlas.., insya allah…” ucap Aiman.

“ya sudah sana, ambil lap pel di pojokan…., lalu segera lakukan mengepel dari atas ke bawah” perintah sang Ustadz.

“Siap Ustadz” ucap Aiman

Aiman segera mengambil peralatan pel, kemudian ia naik ke lantai 3 terlebih dahulu,

setelah sampai di lantai 3, ia langsung membersihkan lantainya dari yang terdepan hingga ke belakang,

“Aku harus ikhlas !!!…, ini rumah Allah…….” ucap Aiman di dalam hati.

ia terus mengepel, lantai demi lantai, mulai dari lantai yang paling depan, kemudian berpindah ke tengah, di lanjut lagi ke lantai belakang,

“huh… capek juga…., ngepel yah” ucap Aiman yang sedikit mengeluh.

“eh…., Astaghfirullah….., maafkan aku ya Allah…., Aiman sudah mengeluh” Aiman yang teringat dirinya mengeluh langsung meminta maaf ke sang Tuhan-Nya,


1 jam kemudian

“wah sudah selesai Aiman ?” Tanya Ustadz Latief

“sudah ustadz” ucap Aiman,

“Maaf pak tarno, izin menanyakan bagaimana kerjaan si Aiman…” tanya ustadz latief ke pak tarno untuk memastikan apakah pekerjaanya sudah benar.

“bagus ustadz…., mas Aiman kerjaanya bagus, lantainya sangat bersih sekali…” ucap Pak Tarno memuji Aiman.

“waaaah…., keren… gitu dong…. , nanti ustadz kabarin ke orang tuamu perihal ini, biar orang tuamu bangga…” ucap Ustadz Latief.

“janganlah ustadz Aiman malu” ucapnya,

“sudah sana pergi, tuh sudah di tungguin teman – temanmu” ucap Ustadz Latief.

“siap Ustadz…, Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam” jawab Ustadz.

Aiman langsung pergi dan berpamitan.


1 Bulan Kemudian

“Hanif, hafalanmu sudah sampai Juz berapa !!!” ucap Aiman,

“mmm….. sudah sampai Juz 1, Juz 2, Juz 3, Juz 29 dan Juz 30” ucap Hanif sembari mengingat – ingat kembali.

“Waaah…. ternyata sudah 5 Juz…, Masya Allah…. kereeen” ucap Aiman yang takjub dengan sahabat karibnya itu.

“mmm… kalau kamu Aiman !!!” tanya Hanif.

“mmmm…. kalau aku masih 2 Juz Hanif…” ucap Aiman sembari menundukan kepala karena merasa malu dengan hafalannya yang masih sedikit.

“tidak apa – apa, kamu pasti bisa sampai 30 Juz….., yuk semangat !!!!…., kamu pasti bisa !!!” ucap Hanif sembari menyemangati teman akrabnya yang bernama Aiman.

“ok.. siap Tuanku !!!… hehehehehe” ucap Aiman sembari bercanda.


1 Tahun Kemudian

Festival Islamic Center Kuala Lumpur – Kuala Lumpur City Centre (KLCC)

“subhanallah, wiiiih acaranya sangat meriah yaah…..” ucap Hanif yang takjub

“iya niiih… masya allah.., ana jadi takjub..” ucap Ismail, teman dari Hanif dan Aiman yang kebetulan akan tampil di Festival Islamic Center,

“iya mail…., kita nggak nyangka…. bisa tampil di festival semeriah ini dan banyak di tonton ribuan penonton” ucap Hanif sembari tersenyum bahagia.

“naam Hanif…, ana juga sama tidak menyangka bisa menjadi perwakilan dari sekolah untuk acara festival semegah dan semenarik ini” ucap Ismail.

“kalau antum, bagaimana Aiman ?” tanya Ismail.

“aku cukup senang !!!!, bisa menjadi perwakilan sekolah dan menjadi bagian dari festival terbesar di kuala lumpur ini” ucap Aiman yang tersenyum bahagia.

“samaaaaaa” ucap Ismail dan Hanif.


30 Menit Kemudian – Acara Di Mulai.

“Bissmillahirrahmanirrohim…., Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…, Yang Berbahagia Pengerusi Majlis Festival Islamic Center Kuala Lumpur,

Yang Berusaha Tuan/Puan โ€ฆ, Dif-dif kehormat, tuan-tuan dan puan-puan yang dihormati sekalian.

Selamat datang ke Majlis Festival Islamic Center Kuala Lumpur” ucap Azman seorang pembawa acara kondang dari Malaysia.

“baiklah.., ini susunan acara sambutannya dari sambutan Datuk Bandar Kuala Lumpur yang tak lain ialah Tuan Abdullah Majdi,

sambutan dari Ketua Pengurusan Festival Islamic Centre Kuala Lumpur yaitu Tuan H. Iskandar Darussalam,

serta penampilan tarian zapin, tarian khas melayu yang di bawakan oleh Muhammad Azriel dan kawan – kawan berasal dari Tuanku Abdullah Malik Islamic High School Bangsar,

yang kedua akan ada penampilan band religi berasal dari International Islamic School Kuala Lumpur – Gombak yang di bawakan oleh Hanif, Ismail dan Aiman !!!!,

penampilan ketiga yaitu penampilan Nasyid yang di bawakan oleh Hida Muzdalifah dan kawan kawan !!! berasal dari Islamic School Darussalam High School Johor !!!,

penampilan keempat akan mempersembahkan penampilan hadroh dari grup Al-Barokah dari Islamic Center High School Kelantan !!!!,

penampilan kelima grup band religi dari Sekolah Menengah Kebangsaan California – Kuala Lumpur !!!, penampilan keenam seni tari inang yang akan di bawakan oleh Widya dan kawan – kawan dari Sekolah Menengah Kebangsaan Putra Terbaik Bangsa !!!!,

dan penampilan terakhir yang akan di bawakan oleh band terkenal se anteora Malaysia ini !!!!!, tak lain dan tak bukan ialah Naga Band !!!” ucap MC tersebut.


Pembukaan dari Tuan Abdullah Majdi selaku Datuk Bandar Kuala Lumpur

sontak sorai mewarnai para penonton yang antusias menyaksikan festival 2 tahunan ini, apalagi ada seorang band nasional yang akan tampil.

“oke langsung saja acara kita mulai dengan sambutan dari Datuk Bandar Kuala Lumpur yang tak lain ialah Tuan Abdullah Majdi” ucap Aisyah Hidina Pembawa Acara Kedua tersebut.

“Bissmillahirrohmanirrohim…, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wa Barrakatuh…., salam sejahtera bagi kita semua…,

Yang Berbahagia para dif kehormat,
Yang Dihormati barisan penganjur Festival Islamic Fest,
para jemputan khas,
serta hadirin yang saya muliakan sekalian.

Alhamdulillah, setinggi-tinggi kesyukuran kita panjatkan ke hadrat Allah SWT kerana dengan limpah kurnia dan izin-Nya, kita dapat bersama-sama berhimpun pada hari ini dalam Festival Islamic Center Kuala Lumpur,

sebuah acara yang bukan sahaja meraikan keindahan seni dan budaya Islam, malah memperkukuh nilai perpaduan, kefahaman, dan keharmonian dalam masyarakat berbilang kaum di Kuala Lumpur.

Penganjuran festival ini amat bertepatan dengan aspirasi Kuala Lumpur sebagai sebuah bandar raya kosmopolitan yang menitikberatkan nilai murni,

toleransi, serta keseimbangan antara pembangunan fizikal dan pembangunan rohani. Festival seperti ini menjadi platform yang sangat bermakna untuk memperkenalkan ajaran Islam yang syumul,

sederhana, dan penuh dengan kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat.

Saya ingin merakamkan setinggi-tinggi penghargaan dan terima kasih kepada pihak penganjur, para sukarelawan, serta semua pihak yang telah bertungkus-lumus menjayakan Festival Islamic Fest ini.

Sesungguhnya, usaha murni ini mencerminkan semangat kerjasama dan keprihatinan terhadap pembinaan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Besarlah harapan saya agar festival ini dapat memberi manfaat, menambah pengetahuan, serta menjadi sumber inspirasi kepada para pengunjung, khususnya generasi muda, untuk terus menghargai nilai-nilai Islam dalam kehidupan seharian.

Dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim, saya dengan sukacitanya merasmikan Festival Islamic Center Kuala Lumpur .

Sekian, wabillahi taufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” ucap Tuan Abdullah Majdi selaku Datuk Bandar Kuala Lumpur.

Bersambung….

Penulis : Reynaldo Edwin Pratama

Baca Juga : Ketika Aku Menyamar Sebagai Office Boy di Perusahaanku Sendiri

Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung fiksi. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.

bagaimana cerita bersambung 2 Menara di Bumi Melayu : Ketika 2 Teman di persatukan kembali pastinya seru kan ?โ€ฆ. yuk baca lagi cerbung โ€“ cerbung menarik dengan berbagai genre, hanya di RE STUDIO WRITER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *