DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 3 )

DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 3 )

DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 3 ) adalah kisah reflektif tentang kelelahan hidup, dialog batin, dan kebangkitan diri dari keterpurukan.


DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 3 )

Sumber Gambar : ChatGPT

Novel ini merupakan karya fiksi. Semua tokoh, peristiwa, tempat, dan alur cerita di dalamnya adalah hasil imajinasi penulis. Jika terdapat kesamaan nama, karakter, atau kejadian dengan kehidupan nyata, hal tersebut semata-mata merupakan kebetulan dan tidak disengaja.


DI BAWAH NAUNGAN AWAN YANG MENYAPA ( Eps 3 ) : Lanjutan Eps – 2

begitu juga dengan susanti yang telah meminta maaf ke bu rina,

“hei kok melamun ??” ucap bu rina,

“eeeh enggak melamum kok”

tanpa sadar melamun saat sedang merenungi kesalahan yang di perbuat,

“sudah…. jangan melamun….. sana kerjakan pekerjaanmu !!, tuh banyak yang belum selesai !!!, saya nggak mau tau !!, pokoknya jam lima sore ini harus selesai semua !!!” ucap bu rina dengan wajah yang kesal dan marah,

“ii… iiiyaa buu.. maaf aku janji tugasnya tak selesaikan hari ini juga hehehehe” ucapku,

”tinggal dulu yaah… nanti kita ngobrol ngobrol lagi” ucapku sembari menebarkan senyuman tulus ke susanti,

“iyaa… mas… “ susanti tersipu malu,

begitupun juga aku yang salah tingkah di buatnya,

setelah terlontar kata “mas” dari susanti.


Pekerjaan Menumpuk

akupun langsung menuju ke meja kerjaku,

“huuuffttthhh…. untung saja cuma ketahuan bu rina, coba kalau ketahuan pak bos yang sialan itu !!!, bisa – bisa saya di pecat !!” gumamku,

setelah sekian jam berlalu tugas yang di berikan oleh bu rina, ia kerjakan dengan baik, tanpa adanya kesalahan sedikitpun dalam pengerjaanya,

“huffthh…. akhirnya selesai juga pekerjaanku” sembari menghela nafas,

“bu rina… kuy !?!?, ini tugasnya sudah selesai” ucapku sembari melangkahkan kakiku menuju ke meja bu rina,

“tumben tugasnya di kerjakan tepat waktu” ucap bu rina yang keheranan seakan tak percaya aku mengerjakannya,

mengingat aku sebelumnya sering terlambat dalam mengerjakan tugas – tugasnya,

“yaaa… aku pengin cepet selesai saja buu, terus bisa rebahan deh” ucapnya dengan senyuman yang puas,

aku meninggalkan meja bu rina dan menuju ke arah ruang santai,


Di Beri Tugas Lagi

“WIGAAA !!!!”

baru beberapa langkah terdengar suara lantang dari bu rina,

“Sialan !!!, pasti di kasih tugas lagi !!!, dasar NENEK LAMPIR !!!” gumamku,

“iya bu rina yang cantiik… bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan, apakah ada yang bisa aku bantu lagi ?” ucapku dengan senyuman sinis,

seketika aku balik badan dan menghadap

“si Nenek Lampir itu”,

“Kok mukamu judes gituu siiihhh !!!, niiih ada tugas lagi !!!!, main kabur aja kamu !!!” ucapnya sembari memberikan tumpukan kertas yang menjulang tinggi.


Bertengkar Dengan Bu Rina

“sialan !!!, sudah ku tebak, pasti bakalan di kasih tugas lagi, nenek lampir sialan !!!, gumamku sambil menggerutu,

“Wiga !!!!”

suara itu muncul kembali, membuatku bergumam kembali

“apa lagii siiih !?,

NENEK LAMPIR selalu memanggilku dengan berteriak seperti itu..

“huffftthh, iyaa… NENEK LAMPIR !?!?” ucapku yang tak sengaja keceplosan mengucap kalimat “keramat” itu.

Mendengar kalimat “NENEK LAMPIR” yang di lontarkan olehku membuat dirinya naik pitam,

“WIGAAA !!!, SIALAAAAAANNNN !!!!…. “,

“iii…. iii… iyaa buuu…, ada apa ?”

seketika aku tercengang tubuhku seakan tak bisa bergerak dan mulutku tak bisa berkata – kata lagi, melihat bu rina marah besar kepadaku,

“TADI KAMU NGOMONG APA KE SAYA !!!!!” ucap bu rina dengan marah – marah,

“nggak ngomong apa – apa kok bu ?”

aku mencoba membohongi perkataanku sebelumnya,

“BOHONG KAU !!!!” bu rina dengan pendengarannya yang sangat tajam,

mendengar perkataanku dengan sangat jelas yang terlontar secara tidak sengaja,

“kau berbohong kan !?” ucapnya dengan raut muka yang masih marah,

“tidak bu” aku menjawab dengan nada yang datar,

“TADI KAU MENGATAKAN SAYA, NENEK LAMPIR !!!!” ujarnya yang masih dalam keadaan emosi,

“enggak bu… suerrr… hehehehe..“ sangkalku,

“Heh Bocah Pemalas !!!, tadi saya denger sendiri kau mengataiku NENEK LAMPIR !!!!” dengan nada tinggi bu rina terus memarahiku,

aku pun tertunduk lesu dan tak berdaya dibuatnya,

”iii….. iiiyaaa… bu rina.. tadi aku nggak sengaja mengucapkan kata – kata itu”

akupun menundukan badanku sebagai permintaan maafku,

“maaf bu rina.. aku salah”

Baca Kelanjutan Cerita Dari : Dibawah Naungan Awan Yang Menyapa ( Eps – 4 )

Bersambung……

Penulis : Reynaldo Edwin Pratama


Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung motivasi romantis. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.


bagaimana cerita bersambung Di Bawah Naungan Awan Yang Menyapa Eps – 3 pastinya seru kan ?…. yuk baca episode – episode yang lain dan menarik di Cerbung ini, hanya di RE STUDIO WRITER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *