Raijin : Azuma kara kita kaminari no senshi

Raijin : Azuma kara kita kaminari no senshi

Raijin : Azuma kara kita kaminari no senshi ( eps 1 ) : merupakan cerita fiktif mengenai pembullian di sekolah mengenai ke atas, namun siswa yang yang terbully mempunyai kekuatan super dan ia menghilang ketika dirinya sedang jalan – jalan di taman pusat kota, bagaimana cerita selanjutnya ?, yok baca selengkapnya.


Raijin : Azuma kara kita kaminari no senshi

Sumber Gambar : ChatGPT

Desclaimer

cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.


Nakaiatshu High School – Kelas Seni Musik

“Arghhhh…., sa… sakit… sa sakiiit….”
Raijin meringis kesakitan setelah di pukul berkali – kali oleh teman sekelasnya di High School Nakaiatshu,

“Hahahahaha…. rasakan itu manusia culun, kamu tak pantas di kelas ini”

Ucap Miyeda, bos besar genk katsusha di High School Nakaiatshu,


Korban Pembullyan

Raijin menjadi korban pembullyan dari genk tersebut,

setelah ia membela temannya yang bernama muko terus – terusan di bully, karena muko paling lemah di sekolah,

awalnya Raijin menang duel, dengan beberapa anggotanya Miyeda,

Namun, Miyeda tak terima, melihat setiap hari para pasukannya selalu di kalahkan dan juga dirinya pernah di kalahkan olehnya beberapa bulan yang lalu,

Hal itu membuat dirinya balas dendam, dengan cara mengeroyok Raijin seusai pulang Sekolah,


5 Bulan yang Lalu

“Anj** kau, hah, rupanya mau jadi pahlawan kesiangan hah, kamu pikir aku takut sama kau !!!, tidak ada sejarahnya seorang bernama Miyeda, takut dengan bocah ingusan seperti kau !!!, Ke* , Baka !!! “

Miyeda memukul Raijin, namun Raijin berhasil menepis pukulannya, dan membalasnya dengan pukulan terkuat, sehingga mengenai wajah Miyeda, dan langsung berdarah, tubuhnya juga ikut terpental.

“Hah… segitu saja, kekuatanmu ?, dasar omongannya saja yang gede, tapi gampang di kalahkan !!!, dasar lemah !!!, anak ingusan !!!” Ucapnya dengan nada meremehkan bos genk paling kuat satu sekolahan itu.

Miyeda yang terpental jauh, akibat pukulan dari Raijin, langsung terbangun dengan wajah yang memar dan berdarah.

“Hei !!!… kenapa diam saja !!!, kita pukuli dia !!!”
Ucap Miyeda.

“Baik bos !!!”

Miyeda dan 50 anggotanya memukuli Raijin.

Awalnya Raijin berhasil menghindar dan mengalahkan 10 pasukannya, namun karena kalah jumlah,

Akhirnya Raijin tidak bisa menghindar dan hanya bisa bertahan dari pukulan orang – orang tersebut.

“Mati kau keparat !!!!”

ucap Kiyatho salah satu anggota Miyeda,

“Arghhh…. sakit !!!!” ucap Raijin

ia memegani perutnya akibat hantaman bertubi – tubi dari para musuhnya.

Raijin pun terkapar tak berdaya.


Kepala Sekolah melihat Suara yang berisik di dalam kelas

“Bragghh” suara pintu kelas terbuka lebar, akibat di tendang oleh Kepala Sekolah.

“Ada apa ini ramai – ramai !!!!” ucap pak kepala sekolah.

Kepala Sekolah bernama Hayako nomatzu atau yang biasa di kenal dengan Mr. Hayako bersama ke tiga satpamnya yang sedang keliling ruangan untuk pengecekan sekolah, langsung menghampiri anak – anak tersebut.

“Kalian !!!” ucap Mr Hayako dengan ekspresi yang penuh amarah.

“Lagi lagi kalian berbuat ulah !!!” ucapnya dengan menampar Miyeda.


Keesokan Harinya – Pemberian Sanksi

Mr. Hayako yang sudah kadung marah, akhirnya memanggil mereka beserta orang tua ke 51 siswa tersebut dengan memberikan surat pernyataan tidak akan mengulanginya kembali, dan sanksi membersihkan seluruh ruangan di sekolah tanpa masuk jam pelajaran selama 1 bulan,

“maaf ibu bapak wali murid sekalian, anak – anak anda kembali membuat kerusuhan, hal itu mengganggu kenyamanan pembelajaran siswa – siswa lainya di sekolah ini” ucap Mr. Hayato dengan nada tegasnya.

“oleh karena itu saya selaku kepala sekolah dan perwakilan pihak sekolah, memberikan surat pernyataan tidak akan mengulanginya kembali,

serta meberikan sanksi disiplin dengan membersihkan seluruh ruangan di sekolah tanpa masuk jam pelajaran selama 1 bulan” lanjut Mr. Hayato.

“bagaimana, bapak – bapak ibu – ibu, apakah kalian setuju ?” ucapnya.

Seketika para wali murid ke 51 itu langsung terdiam dan menyetujui usulan dari pihak kepala sekolah, karena mereka juga sudah muak terhadap anaknya sendiri.

“Setuju pak, hukum saja, biar jera, sudah beberapa kali seperti ini, saya sebagai orang tua malu ” ucap wali murid dari Miyeda.

begitu juga dengan wali murid lainya yang sepakat dengan usulan kepala sekolah.

“ok.. saya putuskan mulai besok, anak – anak anda, akan di hukum membersihkan seluruh ruangan yang ada di sekolah ini selama 1 bulan”


Rumah Sakit Nakano – Tokyo

Raijin yang mendapatkan informasi dari teman – teman kelasnya, bahwa Miyeda beserta para bawahannya mendapatkan surat pernyataan tidak akan mengulanginnya lagi dan mendapatkan sanksi membersihkan seluruh ruangan di sekolah tanpa masuk jam pelajaran, selama 1 bulan,

akhirnya tertawa puas,

“hahahahahahaha, baguslah biar jera, mereka sok sokan berkuasa, sudah kaya preman saja” ucap Raijin.

Raijin masih terbaring dari tempat tidurnya, karena lukanya cukup parah.

Bersambung…..

Penulis : Reynaldo Edwin Pratama

Baca Selengkapnya : We Are Kitchen Department : Kebersamaan di ruang Dapur Hotel

Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung fiksi. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.

bagaimana cerita bersambung Raijin : Azuma kara kita kaminari no senshi pastinya seru kan ?…. yuk baca lagi cerbung – cerbung menarik dengan berbagai genre, hanya di RE STUDIO WRITER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *