Mata Merah Memendam Amarah : Dendam Belum Usai merupakan sebuah cerita fiksi seseorang yang menjadi korban pembullyan oleh teman – teman seangkatan yang di inisiasi oleh Sato selaku ketua geng di Sekolah Menengah Atas tersebut, setelah lulus dari SMA, ia bekerja di perusahaan swasta sembari berkuliah, namun dendam terhadap gengnya Sato masih ada, ia menyimpan dendam yang sangat besar terhadap Sato dan para gengnya tersebut,

Sumber Gambar : ChatGPT
Desclaimer
cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.
15 Tahun yang lalu…
Pembullyan
“Hahahaha….. dasar lemah…., payah kau cungkring…., ayo sini pukul akuuuu…..” ucap ketua geng yang membully “si cungkring” itu.
“Apaaa !!!!….., hanya diam saja !!!!…., kau tak berani memukulkuuuu !!!!!…., Hahahahahaha…… !!!!!!”
Seketika si para pembully itu tertawa terbahak – bahak
Illiano, nama asli dari “si cungkring” itu pun terdiam tak berdaya dan menangis di ruang kelas,
Siswa – siswa yang lainya berniat membantu Illiano,
namun mereka juga takut akan pembullyan dari gengnya Sato “Preman Sekolah”,
akhirnya mereka urungkan niatnya untuk membantu Illiano.
1 bulan kemudian
Mengagumi Illiano
“Hei illianoo, kamu ikut lomba menulis cerita pendek yah” ucap seseorang bernama jelita,
“iii… iiyaa… jelita….” ucap Illiano,
“lombanya tingkat apa…, Illiano…..”
Jelita, teman wanita sekelas nya penasaran dengan Illiano,
“mmmm….. tingkat nasional jelita…” ucapnya,
“Waahah….. kereeen…. wajar kalau kamu mendapatkan ranking 1 paralel di sekolah ini…..”
Jelita kagum dengan kepintaran Illiano,
“nggak kok, biasa saja….”
Illiano merendahkan hatinya,
“Hmmm…. ya sudah terserah kamu… deh…” ucap Jelita,
Jelita ini merupakan salah satu wanita tercantik di sekolah SMA 5 Kota Honuka,
meskipun dengan parasnya yang cantik,
ia tetap rendah hati dan berperilaku baik, berbeda dengan Veranza,
ia sombong angkuh suka membully dan merendahkan orang lain,
memang banyak para siswa terutama siswa laki – laki mengakui kecantikan si Veranza,
namun sikap dan sifatnya yang tidak baik membuatnya banyak di jauhi,
kecuali gengnya Sato, ia tidak menjauhi Veranza,
karena Sato dan Veranza bersekutu dalam menjalani tingkah lakunya yang buruk itu.
Di Fitnah
“kamu dimusuhi siapa lagi ?” ucap Sato,
“ituu…., Si Jelitaaa….. , dia ngatain saya sok artis, kaya monyet…” ucap Veranza.
semua perkataan Veranza sebenarnya hanyalah fitnah belaka,
sebenarnya Veranza kesal karena dirinya selalu kalah dalam berduel,
dan hal itu juga membuatnya bergabung dengan gengnya Sato,
“Oh… si Jelita temannya si Cungkring ituuu… ?” tanya Sato,
“yaa…. begitulaaah” ucap Veranza dengan senyuman sinisnya,
“KURANG AJAR !!!!…, INI PASTI AJARANNYA SI ILLIANO !!!!!”
Menemui si Jelita
Sato mulai marah, ia berjalan menuju kelas Seni Musik ( Kelasnya Illiano dan Jelita ),
“Braghkkkk !!!!”
Suara pintu yang terdengar sangat keras,
semua siswa sontak terkaget dan menoleh ke arah pintu kelas,
“JELITA !!!!!” ucap Sato,
dengan di dampingi 5 anggota kepercayaanya, Sato berjalan ke arah Jelita,
“Heh… anak ingusan !!!!…., berani – beraninya kau ngatain Veranza Monyet !!!!!, kau ada masalah apa dengan dia !!!” tanya Sato,
“ttt… ttiii.. ttiiidaak ada masalah apa apa kok” ucap Jelita dengan ekspresi ketakutan,
“APA !!!!, tidak ada masalah !!!!!…., HEI !!!!!, kau mengatakan Veranza monyet kan !!!!!” ucap Sato,
“bee… beeneran kok” ucapnya dengan tubuh gemetaran.
“Jujur kau !!!!” gertak Sato,
“iii… iiiyaaa… aku sudah jujur kok….”
“aaaah… bohong kau !!!!”
Melakukan Kekerasan
Sato menampar wajah Jelita,
namun dengan sigap Illiano segera menghampiri Sato dan menepis tamparannya si Sato dengan tangannya,
“waaah…. waah. wah…, rupanya ada yang sok jadi pahlawan nih !!!!” ucap Sato,
“meskipun kamu suka membullyku, tapi saya tidak terima jika ada yang menyakiti seorang wanita, terutama jelita…..” ucap Illiano
meskipun badan gemetaran, ia berusaha tetap tenang,
“Hmmm…..”
Sato mulai memukul kembali, kali ini tepat di wajah Illiano,
“Bruughhhttt……”
seketika Illiano terpental jauh,
wajahnya penuh luka, dan ia sudah tak berdaya,
“JANGAN PUKULIN ILLIANO LAGII !!!!”
jelita memohon ke Sato,
karena sedikit iba, akhirnya Sato mengurungkan niatnya untuk memukulinya kembali,
dan ia segera pergi melangkah menjauh dari kelas Seni Musik.
“Illiano…. kamu nggak papa ?, gara – gara saya…, kamu jadi seperti ini…, saya minta maaf Illiano…, saya benar – benar minta maaf”
Jelita langsung memeluk Illiano dengan erat.
“nggak papa kok, saya masih hidup.., masih disini…” ucap Illiano menenangkan temannya itu.
Jelita menangis sejadi – jadinya, setelah mendengar perkataanya Illiano,
2 Tahun kemudian
Kelulusan telah di depan mata, semuanya menantikan kelulusan ini dengan riang gembira.
“yeaay…. akhirnya kita lulus yah Illiano…..” ucap Jelita,
“iya jelita…., saya amat terasa senang…, akhirnya kita bisa bebas dari sekolah iniii….” ucap Iliano,
ia bisa bernafas lega, akhirnya tidak ada yang mengusili lagi….
“iyaa…., sama Illianoo…., saya juga lega bangeettt….” ucap Jelita tersenyum bahagia.
Bersambung….
Penulis : Reynaldo Edwin Pratama
Baca Juga : PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 )
Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung fiksi. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.
bagaimana cerita bersambung Mata Merah Memendam Amarah : Dendam Belum Usai pastinya seru kan ?…. yuk baca lagi cerbung – cerbung menarik dengan berbagai genre, hanya di RE STUDIO WRITER
