PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 )

PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 )

Perjuangan Sudarmo: Architect Warrior from Indonesia ( 5 ) merupakan kisah fiksi sejarah yang menggambarkan luka, keteguhan,

dan mimpi seorang anak Indonesia di tengah kekejaman penjajahan. Cerita ini merekam perjalanan batin dan fisik seorang anak yang kehilangan segalanya, tetapi tetap bertahan hidup demi masa depan.

PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 )

Sumber Gambar : ChatGPT

Desclaimer

cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.


PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 ) : Menyuarakan Kebenaran

ia mempunyai pemikiran mengenai kebebasan manusia,

kemerdekaan manusia dan martabat, harga diri manusia, sampai – sampai andreas ini menciptakan buku dengan hasil pemikirannya,

mengenai kebebasan manusia, kemerdekaan manusia dan martabat, harga diri manusia, buku karya andreas ini berjudul manusia yang di renggut,

sampai – sampai buku karyanya di larang terbit oleh media cetak penjajah, andreas mulai bercerita mengenai manusia yang di jajah dan di perbudak hingga tak mendapatkan kemerdekaan untuk hidup layaknya manusia normal lainya,

ia menyesali dan merasa kecewa apa yang orang elite lakukan,

andreas sendiri memikirkan bagaimana caranya agar bisa mengubah dunia yang kejam menjadi cahaya kedamaian,

sementara itu mendengar andreas berbicara yang begitu dalam dan bermakna, saya jadi kagum mengingat usia andreas dan saya sama sama sebelas tahun,

tapi kami berdua mempunyai pemikiran yang sama tentang kemerdekaan, tak jarang di usia yang terbilang masih sangat muda,

bahkan bisa di katakan masih anak – anak memikirkan sebuah manusia yang merdeka, negara yang merdeka dan berdaulat,

hingga saya berbicara ke andreas mengenai cita – citaku ini

“andreas” ucap saya,

lalu andreas menyahutnya

“iya ada apa sudarmo ?”,

“saya mempunyai cita – cita yang sangat besar” ucap saya sembari memperagakan dengan tangan,

“hmmm emang cita – citamu apa ?” ujar andreas dengan keingin tahuannya,

“cita – cita saya adalah membuat bangsa saya merdeka dan membangun peradaban dengan keahlian saya di arsitektur” ucap saya dengan membusungkan dada.


Sahabat Jauh

Tahun demi tahun saya lewati di Holland School bersama sahabat saya yang bernama Andreas ini,

saya selalu bertukar pikiran dengan Andreas yang anti penjajahan, lambat laun kami berdua pun lulus dari holland school,

saya dan andreas memutuskan menggapai cita – cita bersama, namun dengan cara yang berbeda,

saya terjun ke arsitektur yang kebetulan saya mempunyai keahlian di bangunan, sedangkan andreas memilih jalan yang berbeda dari saya dengan menjadi seorang politikus,

kami berjuang bersama – sama, bahkan saya dan andreas membuat sebuah perjanjian di selembar kertas, kertas tersebut berisi :

“kita akan selalu bersama, mewujudkan cita – cita bersama, hingga ajal menjemput kita berdua”

yang di tandatangani oleh kami berdua,seusai kelulusan saya melanjutkan pendidikan tinggi di swiss tepatnya di universitas ETH Swiss di kota Delfi,

sementara andreas melanjutkan pendidikan tingginya di kampung halamanya yaitu inggris, ia mengambil jurusan hubungan internasional ( HI ),  


2 Tahun Kemudian – Menemukan Jodoh setelah berpisah dengan sahabatnya.

“Hi Aurora, how are you…. ” ucap Sudarmo,

“Hi Sudarmo….., Im Fine….., You ?” ucap Aurora,

“yeah Im Fine, Good to see you again Aurora…., hehehehe” ucap Sudarmo,

Setelah 2 Tahun lebih mereka tidak bertemu di karenakan Sudarmo dan Aurora menjalani program magang selama 6 bulan di perusahaan yang berbeda,

Sudarmo di perusahaan arsitektur nomer satu di swiss dan Aurora magang di salah satu perusahaan terbaik di Italia, sekalian Aurora pulang kampung,

meskipun sama – sama satu universitas, satu jurusan bahkan satu kelas, lantas tidak membuat mereka mengikuti program magang secara bersamaan,

mereka terpisah karena pembagian kelompok, yang sudah di bagi oleh Prodinya,

“waaah lama nggak berjumpa niih…” ucap Sudarmo sembari tersenyum ke arah Aurora,

“hmmmmm……, iya niiih….., saya jadi kangen….., eh maksudhya saya jadi kangen suasana kelas…… ” ucap Aurora yang salting akibat keceplosan berkata kangen di hadapan Sudarmo.

Sudarmo yang mendengar kata “kangen” langsung salah tingkah,

“mm.. ma.. maaf…. saya tidak sengaja menyebut kata itu ” ucap Aurora tersipu malu.

“ii.. iii…. iiyaaa… nggak papa” ucap Sudarmo,

“eh kamu mau kemana Aurora ?” tanyanya,

“mmm….. hari ini hari pertama berangkat kuliah jadinya belum ada jadwal mata kuliah, daripada bosan, jadinya mau ke perpustakaan saja…., yuk ikut ke perpustakaan ..”

Elina mengajak Sudarmo untuk pergi ke Perpustakaan Kampus,

“mmmm…. gimana yah…., ya boleh deh…. “

akhirnya mereka berdua ke Perpustakaan Kampus.


Perpustakaan Kampus

“eh kamu mau baca buku apa ?” ucap Aurora,

“mmmmm…. apa yah ?… mau buku yang ringan – ringan saja deh” ucap Sudarmo yang kebingungan.

“,hmmmmpphh…. emang buku apa ?”

Aurora yang keheranan,


Terpesona

Aurora menatap wajah Sudarmo sangat lama, Aurora merasa, Sudarmo sudah banyak berubah semenjak pulang dari magang, ia sikapnya bertambah dewasa, dan tentunya tambah ganteng.

membuat Elina terpesona dan mengaguminya,

“hhmnmmm…, benar – benar sudah berubah…., sudah dewasa…….., wajahnya semakin ganteng sajaaa……… aaaaaaaa… aku jadi semakin cinta”

“EH TIDAK !!!!, TIDAK !!!, dia anak bangsawan kerajaan belanda, mana mungkin dia mau hidup bersama dengan saya…., jangan ngimpi Auroraaaaaa…., pliiiss…. jangan ngimpi…..”

ucapnya di dalam hati,

“Auroraa….Auroraa…, hei… kok ngelamun ?….” ucap Sudarmo dengan tidak sengaja memegang kedua pipinya,

“eh…. iyaa… maaf saya ngelamun” ucapnya dengan mata yang mengarah ke kiri dan kanan melihat tangannya sudarmo memegang kedua pipinya.

“eh maaf… maaf….. saya tidak sengaja memegang pipimu…., tadi niatnya saya hanya ingin membangunkanmu” ucapnya sembari menjauhkan tangannya ke kedua pipi milik Aurora.

“iii… iiiyaa…. nggak papa….”

Aurora tersipu malu ketika melihat kedua tangan Sudarmo memegang pipinya,


Mengungkapkan Rasa Cinta

“eh maaf… tadi kamu ngelamunin apa ?” tanya Sudarmo.

“ngelamunin kamu menikah dengan saya” ucap Aurora dengan suara keras,

seketika Sudarmo tak bisa berkata – kata mendengar ucapan dari Aurora,

Sudarmo tersipu malu dan salah tingkah di buatnya,

suasana di perpustakaan juga sangat mendukung, sepi dan jarang ada mahasiswa masuk ke perpustakaan,

sehingga membuatnya hening,

“eh maaf… tadi saya tidak sengaja berkata seperti itu ?” ucap Aurora nggak enak hati,

“mmm…. tidak masalah….., kamu panggil aku sayang aja nggak papa kok ?” ucap Sudarmo sedikit menggoda,

“eh…. apa ?”

Aurora terkejut, tidak menyangkan Sudarmo akan berkata seperti itu.


Berpacaran

“iyaaa…. panggil sayang juga boleh..”

Sudarmo mengulang pernyataannya kembali,

hal tersebut membuat Aurora berbunga – bunga.

“waaaaahhh…. mimpi apa ya tuhaaaaannn !!!!…. ia ternyata suka sama sayaaaa…. aaaaaaahhh…… apakah ini mimpiiiii” ucap Aurora di dalam hati.

ia menampar dengan lembut ke ke kedua pipinya,

“iii…. iiiyaaa….. sayaaang…. ” ucap Aurora tersipu malu dan ia berlarian kecil di ruangan perpustakaan karena salah tingkah.

melihat Aurora salah tingkah, Sudarmo tersenyum bahagia, karena ia sudah memendam perasaan suka yang sangat lama kepada Aurora,

dan begitu juga sebaliknya, Aurora memendam perasaan cinta yang sangat lama kepada Sudarmo.

namun, akhirnya berakhir bahagia, karena mereka berdua saling mengungkapkan curahan hatinya.

“yuk sayang… kita duduk disana …” perintah Sudarmo,

“iii…. iyaaaa… sayaaang…” Aurora masih salah tingkah,

“iiii… ya tuhan….. kenapa bisa mendadak begini siiiih !?!?” ucapnya di dalam hati.

mereka berdua berjalan menuju arah tempat duduk,

Bersambung……

Penulis : Reynaldo Edwin Pratama

Perjuangan Sudarmo: Architect Warrior from Indonesia ( 4 ) merupakan kisah fiksi sejarah yang menggambarkan luka, keteguhan,

dan mimpi seorang anak Indonesia di tengah kekejaman penjajahan.

Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung fiksi kepahlawanan. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.

bagaimana cerita bersambung PERJUANGAN SUDARMO : Architect Warrior from Indonesia ( 5 ) pastinya seru kan ?…. yuk baca lagi cerbung – cerbung menarik dengan berbagai genre, hanya di RE STUDIO WRITER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *