Wiyo: Ksatria Pemberontak dari negeri Eudora merupakan cerita fiktif action, atas ketidak adilan yang di alami oleh rakyat eudora,
ia ditindas terus – menerus oleh raja barunya yang bernama La Gazia dengan gelar Capital King de Eudora XVII,
sehingga banyak rakyatnya mengungsi ke negara tetangga, serta sebagian rakyatnya menjadi pemberontak dengan bergabung ke organisasi – organisasi pemberontak yang di buat oleh mantan ksatria negeri eudora.

Sumber Gambar : ChatGPT
Desclaimer
cerita ini merupakan cerita fiksi, Seluruh tokoh cerita, alur cerita, dan peristiwa yang ada di dalam cerita ini merupakan hasil dari imajinasi penulis semata. Adapun penggunaan nama negara atau lokasi nyata hanya sebagai latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian, individu, atau kelompok nyata mana pun. Kesamaan nama atau peristiwa yang terjadi bersifat kebetulan. Cerita ini mengandung unsur kekerasan yang disajikan untuk kepentingan narasi dan hiburan semata.
Wiyo: Ksatria Pemberontak dari negeri Eudora : Negeri Eudora.
Negeri eudora, negeri yang indah nan damai serta makmur,
seluruh rakyatnya tidak pernah mengalami kelaparan dan sejahtera, tidak ada orang miskin di negeri ini, pemerintahannya pun amanah dan bebas korupsi, rajanya pun sangat baik dan perhatian terhadap rakyatnya,
dari generasi ke generasi, semuanya tidak ada kendala , penjahat pun tidak ada satupun,
para keamanan negara pun dengan sigap melindungi negeri Eudora,
Munculnya Raja Iblis
hingga suatu hari, muncullah, seorang raja yang bersifat iblis,
ia bernama La Gazia dengan gelar Capital King de Eudora XVII
ia mengacaukan negaranya sendiri, dengan bekerja sama dengan negara adidaya bernama Anurami,
ia menguasai minyak bumi, batu bara, emas dan sumber daya alam berharga lainya demi keuntungan dirinya dan negara sekutunya,
Selama bertahun – tahun raja La Gazia tidak pernah satupun memberikan hak kepada rakyatnya,
banyak dari mereka mengungsi ke negara tetangga, akibat pemberontakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakatnya,
“Tembaaaaaaakkkk !!!!”
para pemberontak menembak ke arah para prajurit Eudora,
“Dor…. dor.. dor.. dor….”
letusan tembakan mulai bermunculan ke para prajurit La Gazia.
“Aaakkh…. akkhh…. “
Satu persatu prajurit – prajurit itu tewas, tertembak di bagian dada.
“Kurang Ajar…..” ucap Captain Enuka yang marah besar, karena para prajurit terbaiknya habis,
“Keparat kau para pemberontak !!!!, akan aku habisi kalian !!!!”
Captain Enuka penuh emosi, emosi yang meledak – ledak akibat kekalahan di medan perang.
Tahun demi tahun berlalu
Kekalahan demi kekalahan terus menghantui para pemberontak negara, membuat raja La Gazia semakin semena – mena terhadap rakyatnya,
“Ampuuun.. Ampuuun Tuan
.., saya tidak bisa bayar pajak….., untuk sekedar makan saja susah Tuan” ucap salah satu rakyat sembari membungkukan tubuhnya.
“Haaah…, tidak bisa !!!!, ini perintah raja…, mulai besok kalian harus membayar pajak !!!, kalau tidak aku akan membunuh kau !!!” ucap Utusan Nirdaya.
mendengar ancaman dari tentara, rakyat tersebut hanya mematuhi perintahnya sang raja,
“iii… iiya. Tuan… besok saya bayar…. ” ucapnya dengan raut muka sedih.
Keesokan Harinya
“Apa !!!, Kau tidak bisa bayar pajak !?!?”
Utusan Nirdaya marah besar, kemudian ia mengarahkan senjata apinya ke wajah seorang laki – laki itu.
“Dor… Dor… Dor…”
seketika seorang laki – laki tersebut tewas di tempat, peluru yang menghujam ke dadanya sebanyak 3 kali,
namun, dari kejauhan ada seorang anak laki – laki menyaksikan kematian seorang lelaki muda tersebut yang ternyata ayah kandungnya,
ia sempat mengeluarkan air mata, namun hal tersebut langsung di usap olehnya, karena prajurit iblis itu menghampiri dirinya,
“Hei !!!, bocah ingusan !!!, jika kau berani melapor ke Keamanan Masyarakat Negara !!!!, akan ku tembak juga seperti ayahmu itu !!!!!”
pelatuk senapan mengarah ke dahi si anak laki – laki itu,
“iii…. iiyaa, tuan, saya tidak akan melaporkan hal ini” ucap sang anak laki – laki tersebut dengan gemetaran.
“baguslah, ayok jalan !!!” ucap sang utusan tersebut.
Menjalani Kehidupan Seorang Diri
“hikkkzzz…., hikkkkzzzz….., ayaaaaah !!!!, ayaaaaah !!!!!, jangan tinggalin Wiyooo !!!!, Wiyooo ingin bersama ayah !!!, wiyo nggak mau hidup sendiriaaaaaaannn…, hikzzz…, hikzzzzz…..”
ia memeluk sang ayah yang hanya menyisakan tubuh yang terbujur kaku,
“ayaaaaah !!!!…..
ia terus memeluknya sembari menangis sejadi – jadinya,
Sore Harinya
ayahnya yang sudah di makamkan di tempat pemakaman terdekat, ia lantas berdiri dan berbicara dengan lantang dan menggebu – gebu,
“Ayah !!!!!, wiyo berjanji !!!, akan membalaskan dendam atas apa yang telah ayah alami !!!!!!, wiyo berjanji ayah !!!!!, akan menggulingkan RAJA IBLIS beserta para pengikutnya itu !!!!!”
“ayah…. tempatmu di Kahyangan…., ayah jangan khawatir, wiyo bisa hidup mandiriiii….., wiyo selalu mendoakanmu ayah….., wiyo sayang ayah……, wiyo pamit pulang ke rumah ya ayah…..”
langkah tegap tubuhnya menjauhi makam ayahnya,
langkah demi langkah berjalan, ia mengingat – ingat lagi wajah pelaku yang membunuh ayahya, sembari memendam dendam di dalam hatinya.
“Anjing kau !!!!, aku akan membunuh kalian semua beserta pemimpinmu…, kalian semua akan masuk neraka !!!!!” ucapnya,
2 Tahun Kemudian….
Tengah Malam di Jalanan yang berisi Hutan Rimba..
Wiyo yang sudah berusia 12 Tahun, memutuskan berpetualang ke kota – kota, untuk mempelajari ilmu seni bela diri demi terwujudnya balas dendam,
“wiyo !!!, kamu mau kemana !?!?” ucap Leo, teman sebayanya,
“saya mau berpetualang” ucapnya dengan wajah dinginya,
“mau apa ?” ucap Leo yang keheranan melihat sifat sahabatnya sudah berubah semenjak di tinggal ayahnya,
“saya ingin belajar ilmu seni bela diri dari para master yang ada di seluruh kota negeri iblis ini !!!!” ucapnya,
” APA !!!, jadi kau mau balas dendam !!!, Wiyo !!!, sadarlah kita cuma rakyat biasa !!!!, aku tidak mau kau mati !!!!, disini aku hanya punya kamu !!!” ucap Leo,
“jangan ikut campur urusan saya !!!!, kamu Leo !!!, ayah ibumu juga tewas di tangan mereka kan !?!?” tanya Wiyo,
“iii… iiiyaaa.. Wiyo” jawab Leo,
“kenapa kamu tidak balas dendam ?, kamu takut ya ?”
Wiyo mencoba memancing Leo agar tumbuh sifat balas dendamnya,
“sudah !!!!, mulai saat ini urus saja urusanmu !!!, saya titip rumah saya”
Wiyo segera pergi dari kampungnya,
“benar juga apa yang di katakan wiyo !!!!, aku harus balas dendam !!!, agar tidak ada korban lagi !!!!” ucap Leo di dalam hati,
Menyusuri Hutan
Wiyo terus menerus berjalan menelusuri hutan, meskipun berjalan pada malam hari,
ia tidak canggung akan terjadi hal – hal yang tak terduga, karena 2 tahun yang lalu ia belajar seni bela diri dari master Shuga, seorang guru pencak silat terkenal di seluruh penjuru desanya,
master Shuga melatih para jagoan – jagoan dari desanya untuk menjadi pemberontak negerinya,
bahkan sudah menghasilkan ksatria – ksatria hebat untuk melakukan perlawanan terhadap Capital King de Eudora XVII,
diantaranya ada Luma, Nano, Sumai, Daroa, dan Hevia, mereka semua menjadi kunci utama dan pemimpin dari organisasi – organisasi pemberontak berpengaruh di negeri eudora,
berbekal 2 senjata pedang, 3 buah senapan api, 1 buah laras panjang, tas berisi bekal makanan dan peralatan makanan seperti pisau, pisau daging dan lain – lain, peralatan tidur malam, pakaian dirinya dan pakaian peliharaanya serta seekor anjing besar yang sudah dilatih menguasai seni bela diri untuk hewan dan juga sudah terlatih menjadi informan,
ia nekat menjadi seorang pemberontak meskipun hanya seorang diri,
“hufftthhh……, kayanya pas untuk berkemah disini” ucapnya di dalam hati,
segera ia membuat tenda dengan mengambil peralatan tenda yang ada di dalam tasnya,
“akhirnya tendanya sudah jadi”
“hei nuo ambilkan korek api” perintah wiyo ke anjing peliharaannya,
segera anjing peliharaanya mengambil korek api tersebut,
“siip, terima kasih nuo, nih makan, kamu lapar kan ?” ucap wiyo sembari memberikan daging kering yang ada di tasnya,
seketika nuo memakannya,
30 Menit kemudian, akhirnya wiyo dan nuo masuk ke tenda, dan beristirahat,
Keesokan harinya….
Wiyo dan nuo melakukan perjalanan seperti biasanya, bermenit – menit lamananya, berjam – jam lamanya, ia beserta anjing peliharaanya menelusuri hutan,
wiyo sesekali berhenti untuk berburu hewan, bekerja sama dengan nuo,
“yaashh, akhirnya dapat rusa, nuo !!!!…., akhirnya kita makan enak !!!!” ucapnya tersenyum bahagia,
begitu juga dengan nuo yang selalu menggonggong tanda ia bahagia, karena akan memakan daging yang enak,
“hei nuo, kita bagi tugas, saya yang memasak daging ini, kamu yang cari kayu” perintah wiyo terhadap anjing kesayangannya,
segera nuo pergi menelusuri hutan di sekitarnya, untuk mengambil kayu yang jatuh di tanah.
10 Menit kemudian, akhirnya terkumpul cukup banyak untuk di bakar,
“terima kasih nuo” ucap wiyo sembari tersenyum ke anjingnya, dan di balas oleh nuo dengan senyuman khas anjing,
“ok… , bumbu sudah saya buat dan sudah di campur dengan daging rusa, sekarang saatnya kita bakar” ucapnya,
wiyo membakar daging buruannya, sedangkan anjingnya berjaga – jaga di sekitarnya untuk memastikan tidak ada “musuh” atau tentara dari kerajaan “La Gazia”.
20 menit kemudian, daging bakarnya sudah matang semua
“yuhuuuuu….., akhirnya sudah matang, bisa makan enak hari ini sepuasnya”
“nuo !!!…., dagingnya sudah matang !!!!, kemari…, kita makan !!!!” ucap Wiyo memanggil anjingnya dengan lantang,
“guk… guk”
nuo menghampiri majikannya,
“ini untukmu…., makan yang banyak nuo” ucap wiyo dengan penuh kasih sayang,
wiyo dan nuo memakan daging tersebut.
Bersambung…
Penulis : Reynaldo Edwin Pratama
Baca Juga : Mystery Code : Kematian Seorang CEO Terkaya di dunia.
Catatan Penulis: Cerita ini termasuk dalam genre cerita bersambung action fiksi. Referensi umum mengenai pengertian cerita bersambung dapat dibaca di Wikipedia.
bagaimana cerita bersambung Wiyo: Ksatria Pemberontak dari negeri Eudora. pastinya seru kan ?…. yuk baca episode – episode yang lain dan menarik di Cerbung ini, hanya di RE STUDIO WRITER
